Google sudah angkat bicara mengenai perubahan kebijakan pada iklannya yang sekarang ini sudah diperbarui untuk menyertakan larangan iklan Google pada situs web apapun yang memakai iklan pop-under.

Pasalnya pihak Google tidak yakin dengan hadirnya iklan seperti ini akan memberi pengalaman yang baik untuk pengguna dan iklan Google tak sesuai dengan itu. Perubahan itu nantinya membuat iklan Google tidak dapat berjalan pada pop-under itu sendiri dan situs yang memicu jenis iklan ini juga tidak dapat menjalankan iklan Google.

Bukan hanya larangan iklan pada pop-under, Google mengungkapkan bahwa ia tidak mau lagi mengizinkan iklannya ada pada halaman web yang tampil dengan pop-up. Perusahaan mesin penelusur ini telah mempunyai kebijakan iklan lain seputar pop-up, yang mencatat bahwa mereka tidak dapat mengganggu navigasi situs, mengubah preferensi pengguna, memulai unduhan,ataupun menyebarkan virus.

Ditambah lagi, publisher juga tak dapat menempatkan iklan Google pada situs manapun dengan lebih dari tiga pop-up. Tetapi, publisher juga membutuhkan tanggung jawab atas jaringan iklan ataupun afiliasi yang mereka punya pada situs mereka yang dapat memakai metode ini.

Pembaharuan kebijakan supaya dapat mencegah pemilik situs web menjalankan iklan yang tak ramah pengguna, dan merupakan hasil analisis terus-menerus pada tren Google yang sudah berkembang.

Perubahan mengenai iklan ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh Google. Kadang kala, Google memerlukan langkah untuk downrank situs yang bersifat nakal dalam pencarian, walaupun iklan AdSense tidak berjalan.

 
Keywords : Google Tidak Izinkan Iklannya Ada Pada Situs yang Memakai Pop Under