Perlambatan ekonomi secara global yang terjadi sejak beberapa tahun lalu menyebabkan lemahnya penjualan sektor properti Indonesia dalam tiga tahun belakangan.

Dari data kementrian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertahanan Nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia belum memenuhi target di tahun 2016. Dimana hanya mencapai 5,02% sedangkan target yang ditetapkan sebesar 5,2%.

Sektor perumahan  pun memberikan kontribusi terhadap sekitar 9,61% tenaga kerja pada berbagai sektor properti yang berpengaruh cukup besar terhadap sektor lainnya. Dan untuk mensinergitaskan peran dari Pemerintah dengan para pelaku usaha properti, KADIN alias Kamar Dagang dan Industri Indonesia menyelenggarakan acara sarasehan.

Tujuan diadakannya acara ini yakni demi mendorong sektor properti nasional menjadi lebih bergairah. Sebab dalam  kurun waktu tiga tahun terakhir, industri properti nasional menghadapi tantangan cukup berat yang dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya yakni perlambatan pertumbuhan ekonomi.

Mengenai pengampunan pajak atau tax amnesty, program ini akan resmi berakhir pada 31 Maret lalu dengan total harta yang tercatat para wajib pajak mencapai Rp 4.855 Triliun.

Total tersebut terdiri dari deklarasi harta dalam negeri Rp 3.676 Triliun dan deklarasi harta luar negeri yang mencapai Rp 1.031 Triliun. Sementara penarikan dana dari luar negeri mencapai nilai Rp 147 Triliun, dengan jumlah uang tebusan hingga Rp 114 Triliun dari target Rp165 Triliun.

Untuk update info property, silahka kunjungi Davest Property

 
Keywords : properti,dunia properti,properti nasional,rumah murah,info rumah murah