Tencent Holdings sebuah perusahaan raksasa internet asal China melalui layanan pesan singkat WeChat dan Portal QQ, dikabarkan tengah bernegosiasi dengan Go-Jek. Percakapan antara tencent dan Go-Jek berpusat pada investasi yang akan ditanamkan Tencent ke Go-Jek.

Belum diketahui seberapa besar potensi terjadinya investasi dan detail dana yang akan diluncurkan oleh Tencent.

Go-Jek sendiri belum mengeluarkan komentar apapun tentang desas-desus suntikan dana dari Tencent. Sedangkan untuk Tencent desas-desus itu membawa dampak positif.

Pasca berita terkait investasi tersebut beredar, Tencent Holdings mengalami kenaikan nilai saham sebesar 2,61% dalam penutupan perdagangan kais (16/2/2017).

Di lihat dari sisi valuasi pasar saat ini Go-Jek merupakan salah satu perusahaan rintisan digital terbesar Indonesia. Nilai valuasi perusahaan yang dipimpin oleh Nadiem Makarim itu ditaksir mencapai 1,3 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 17,3 triliun.

Valuasi tersebut diperoleh Go-Jek sejak tahun lalu saat perusahaan mendapatkan suntikan dana dari KKR dan Warburg Pincus sebesar 550 juta dollar AS.

Saat ini Go-Jek sedang bersaing ketat dengan perusahaan ride sharing lainnya yaitu Uber yang berasal dari AS dan Grab yang berkantor pusat di Singapura. Perusahaan yang disebut belakangan ini baru saja mengumumkan komitmen investasi 700 juta dollar AS atau setara Rp 9,3 triliun untuk durasi empat tahun di Indonesia.

 
Keywords : tencent holdings,venture capital,gojek,investasi gojek,investor gojek