Fachmi Idris selaku Direktur Utama BPJS Kesehatan mengakui ada kemungkinan BPJS Kesehatan defisit selama nilai iuran belum berada dalam angka ideal. Meskipun demikian, pihaknya mengaku tidak khawatir karena tahun lalu saja, mereka mendapat keuntungan sebesar Rp. 1.94 Triliun.

“Per akhir tahun lalu ada surplus dana. Karena pendapatan kami bukan hanya dari iuran, ada juga dari investasi dan alokasi dana pemerintah” ujarnya.

Menurut catatan, tahun lalu alokasi dana pemerintah mencapai Rp 6.6 Triliun sementara hasil investasi membukukan Rp 1 Triliun.

“Kenapa seringkali ada pemberitaan bahwa defisit, itu karena besarnya iuran dan pengeluaran memang tidak seimbang. Tapi itu kalau kita cuma lihat antara iuran dan pengeluaran” jelasnya.

Seperti yang sudah diketahui, iuran BPJS Kesehatan per 1 April 2016 naik. Untuk kelas III sebesar Rp 25.500. Kelas II sebesar Rp 51.000. dan kelas I Rp 80.000.

Demi pemerataan Jaminan Kesehatan di tahun 2019, BPJS Kesehatan aktif meningkatkan pelayanan dan memperluas keanggotaan. Berbagai sosialisasi sudah dilakukan termasuk kebijakan sanksi administratif bagi mereka yang belum ikut program BPJS Kesehatan.

 

Keywords : bpjs online, bpjs kesehatan, bpjs ketenagakerjaan, bayar bpjs, bayar bpjs online, ppob, online bpjs