Beny Marbun selaku Kepala Divisi Niaga PT. PLN (Persero) menerangkan bahwa kompensasi yang diberikan ke pelanggan listrik PLN dilakukan ketika tingkat mutu pelayanan tidak sesuai standar. Tidak terbatas hanya pada pelanggan prabayar tetapi juga pelanggan pascabayar.

Menurutnya, ada beberapa indikator tingkat mutu pelayanan PLN yang diukur, seperti jumlah dan durasi gangguan per bulan.

Bagaimana cara mendapatkannya?

Pelanggan cukup mengakses website resmi PLN di www.pln.co.id. Setelah itu, klik Pelanggan kemudian klik Riwayat Prepaid Pelanggan. Menurut Beny, fasilitas online ini disediakan PLN untuk memudahkan konsumen mengetahui riwayat pembelian tokennya.

Ada 2 bagian yaitu History pembelian token dan History token non taglis

Apabila pelanggan pernah beli token, tetapi hilang sebelum diinput ke meteran, maka pelanggan bisa cek lewat website tersebut atau menanyakan langsung di Contact Center 123.

Info token non taglis umumnya disediakan bagi pelanggan untuk mengetahui angka token bila konsumen prabayar mendapat kompensasi atas buruknya pelayanan PLN.

Apabila pelayanan yang dirasakan pelanggan lebih buruk dari standar tingkat mutu pelayanan yang dijanjikan PLN, maka pelanggan itu mendapat kompensasi berupa daya listrik (kWh).  kWh ini akan muncul di struk kalau pelanggan membeli token berikutnya. 

Lebih lanjut lagi Beny menjelaskan selain di struk, pelanggan juga bisa melihat angka token kompensasi tersebut lewat situs resmi PLN.

Menurut Senior Manager Public Relations PLN, Agung Murdifi, kompensasi diberikan PLN ke pelanggan yang TMP tidak sesuai dengan TMP yang dibuat PLN dan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.

Kompensasi tersebut berupa:

1. Maksimal sebesar 20 persen dari rekening minimum sebulan untuk pelanggan pascabayar.

2.  Stroom/token tambahan non tunai yang besarnya 20 persen dari rekening minimum untuk pelanggan prabayar

Simulasi perhitungannya: 

Rekening Minimum Pelanggan = 1.300 VA x 40 jam= 52 kWh.
Kompensasi sebesar 20% dari rekening minimum.

Berarti 20% x 52 kWh = 10,4 kWh atau setara dengan 10,4 kWh x Rp 1.496 per kWh = Rp. 15.558,-

 

Keywords : token listrik, pulsa listrik, beli pulsa online, jualan pulsa, cara bisnis pulsa, jual pulsa online