Toko Indonesia atau Koin menawarkan produk layanan digital kepada pemilik warung kelontong di daerah Jabodetabek. Pasalnya, jumlah warung kelontong di Jabodetabek mencapai 35.000 warung. Langkah ini dilakukakan pihaknya untuk menaikan omzet pemilik warung kelontong itu sendiri. Pihaknya berharap agar dapat menggandeng 5.000  mitra di tahun 2019.

Jika Koin baru menggandeng warung kelontong, DavestPay yang merupakan platform dari PT Hensel Davest Indonesia (HDI) sudah terlebih dahulu menggandeng warung kelontong. HDI mulai menggandeng warung kelontong sejak 2015 silam. Sampai saat ini, jumlah merchant yang menggunakan DavestPay di atas 110 ribu pengguna.

DavestPay sendiri berfokus pada warung kelontong di daerah Indonesia Timur. Pasalnya, wilayah Indonesia Timur menjadi wilayah dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap toko kelontong cukup tinggi. Masyarakat lebih sering membeli kebutuhan sehari-harinya di toko kelontong ketimbang pusat perbelanjaan yang modern.

DavestPay memberikan peluang bagi toko-toko tradisional untuk menambah penghasilannya melalui produk-produk digital yang semakin banyak dicari oleh orang-orang. Produk digital yang dimaksud adalah pembelian pulsa, token listrik, voucher digital, tiket pesawat, hingga pembayaran tagihan BPJS, PDAM, dan cicilan kendaraan bermotor.

Saat ini HDI memiliki ratusan ribu jaringan agen yang merupakan individu ataupun perusahaan yang jalur distribusi maupun reseller dari produk-produk digital DavestPay. Kedepannya, HDI berupaya untuk menambah 200.000 jaringan toko-toko tradisional di Indonesia Timur.

HDI merupakan perusahaan fintech yang terintegrasi dan berfokus di Indonesia Timur. Melalui DavestPay, HDI berharap agar masyarakat di Indonesia Timur mendapatkan kesempatan yang sama untuk merasakan kemajuan teknologi dan kemudahan mendapatkan kebutuhan sehari-hari walaupun masih bertransaksi di toko kelontong.

 
Keywords : davestpay,fintech,technology,fintechindonesiatimur,fintechlocal,paymentonline,ppob,warungkelontong,UMKM,Tokokecil