Melihat perkembangan fintech yang semakin pesat, pemerintah Irlandia meluncurkan program penelitian bernama Fintech Fusion. Hal itu merupakan upaya untuk mempercepat kemajuan ilmiah dan mendukung penelitian yang dikendalikan oleh data. Menteri Keuangan dan Pengeluaran Publik dan Reformasi Irlandia, Paschal Donohoe serta Pusat Penelitian SFI ADAPT meluncurkan program Fintech Fusion dengan nilai 5,8 juta USD. Program tersebut akan berjalan selama empat tahun, mulai dari 2018 hingga 2022.

Fintech Fusion ini dikatakan akan fokus pada terobosan 3 bidang, yakni pembayaran, regulasi, dan asuransi. Donohoe mengatakan bahwa kolaborasi antara industri dan lembaga tingkat ketiga dalam program penelitian, seperti fintech Fusion, memberi Irlandia keuntungan awal dalam teknologi yang muncul. Program ini juga didukung oleh IDA, FinTech, dan Asosiasi Pembayaran Irlandia, Asuransi Irlandia, dan Universitas Columbia.

Tidak hanya itu, para peneliti akademis fintech Fusion akan berkolaborasi juga dengan berbagai perusahaan seperti Deutsche Börse, Investasi Fidelity, Microsoft, Gecko Governance, FINEOS dan Zurich, untuk mengembangkan inovasi fintech yang dapat mempengaruhi ekonomi, pasar, perusahaan, dan individu. Program penelitian baru ini akan mempelajari bagaimana teknologi keuangan mengubah bisnis dari lembaga keuangan menjadi perusahaan teknologi, termasuk sektor keuangan ritel dan grosir.

Berdasarkan penelitian, program ini akan menciptakan inovasi untuk membantu menciptakan perubahan signifikan dalam layanan keuangan dalam skala global. Sistem buku besar terdistribusi akan berfungsi sebagai sistem pembayaran alternatif melalui penawaran layanan yang lebih cepat dan lebih murah.

Inovasi teknologi seperti kerangka kerja berbasis blockchain akan membantu mengurangi intervensi dan penipuan manusia, serta meningkatkan transparansi dan efisiensi. Science Foundation Ireland akan menawarkan program ini dengan harga 2,8 juta USD dan jumlah sisanya akan dikumpulkan melalui perjanjian penelitian dengan mitra industri.

Profesor direktur Fintech Fusion dari Institut ADAPT, John Cotter mengatakan bahwa fintech adalah perkawinan antara keuangan dan teknologi yang menawarkan peluang pertumbuhan besar bagi Irlandia baik dalam reputasi penelitian dan dampak ekonomi.

Tidak diketahui pasti apakah Indonesia akan menggunakan program ini atau tidak melihat pertumbuhan ekonomi saat ini. Namun yang jelas, sampai saat ini lembaga yang mengatur tentang regulasi, asuransi, dan pembayaran dalam bidang fintech adalah OJK. Pesatnya perkembangan fintech tanah air membuat OJK mengeluarkan aturan yang ketat bagi fintech yang ikut berkontribusi.

Salah satu perusahaan fintech yang sudah terdaftar di OJK dan ikut perkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi negara adalah PT Hensel Davest Indonesia (HDI) yang berfokus di Indonesia Timur. Melalui platform DavestPay dan empat anak perusahaannya, yaitu Emposh, BiroPay, PinjamAja, dan MoTransfer, HDI berusaha meningkatkan inklusi keuangan dan cashless society agar kemiskinan dan pengangguran dapat berkurang, khususnya di Indonesia Timur.

 
Keywords : DavestPay,Fintech,FintechFusion,Emposh,Pinjamaja,Biropay,Motransfer,Technology,IT