Minggu lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi membekukan kegiatan usaha PT Evolusi Finansial Indonesia karena belu memenuhi beberapa pasal. Untuk itu, OJK mengeluarkan surat nomor s-475/NB.2/2018 dan s.476/NB.2/2018 tanggal 28 Agustus 2018. Surat pembekuan itu membuat PT Evolusi Finansial Indonesia tidak boleh melakukan kegiatan usaha selama enam bulan sejak diterbitkannya surat tersebut.

Hal tersebut membuat Head of Business & Development EFIN buka suara terkait pembekuan kegian usaha pihaknya. Menurutnya, pihaknya patuh dan menghormati keputusan dari OJK yang membekukan kegiatan usaha mereka. Pihaknya mengungkapkan bahwa keterlambatan dalam memenuhi aturan OJK dikarenakan kondisi perusahaan yang dalam proses perubahan pengurus.

Selain itu, keterlambatan dalam mengurus administrasi ke OJK ini dinilai demi kebaikan semua pihak. Mereka menegaskan bahwa pembekuan ini hanya berupa pembekuan kegiatan usaha bukan pencabutan izin dari OJK. Oleh karena itu, saat ini mereka sedang melakukan langkah-langkah yang dianggap perlu untuk merespons dan memenuhi kebutuhan dari regulator. 

Sebagai perusahaan fintech yang sudah terdaftar di OJK, PT Hensel Davest Indonesia (HDI) melihat bahwa langkah OJK sudah tepat. HDI berharap agar Evolusi Finansial Indonesia segera menyelesaikan administrasinya ke OJK. Hal itu dikarenakan fintech dipercaya dapat menciptakan inklusi keuangan dan cashless society yang selama ini selalu digaungkan OJK. Oleh karena itu, semua perusahaan fintech harus ikut terlibat dan terdaftar di OJK agar dapat memberikan kontribusi maksimal bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sampai saat ini, HDI masih terus fokus mengembangkan UMKM di Indonesia Timur melalui DavestPay dan empat anak perusahaannya, yakni Emposh, BiroPay, MoTransfer, dan PinjamAja.

 
Keywords : davestpay,Fintech,OJK,PeraturanOJK,AturanFintech,FintechIndonesia,Duniateknologi,Teknologi,IT,PerusahaanFintech