Inovasi keuangan di Asia tampaknya cukup berkembang pesat. Hal itu terlihat dari beberapa negara yang banyak membuat regulatory sandbox untu kperusahaan fintech di negaranya masing-masing. Salah satu negara tersebut adalah India. Reserve bank of India (RBI) sedang membuat regulatory sandbox untuk perusahaan fintech dan sedang menyiapkan laboratorium data sains untuk mengikuti inovasi di ruang peminjaman digital.

Selain itu, RBI telah membentuk kelompok kerja dari berbagai pihak untuk mempelajari isu-isu peraturan yang berkaitan dengan fintech dan perbankan digital di India. Kelompok kerja tersebut melibatkan insinyur, ekonom dan ahli statistik untuk membuat lab data sains. Saat ini, semua departemen di RBI mengandalkan analisis data. Regulatory Sandbox digunakan untuk memisahkan program komputer yang sedang berlangsung agar dapat mengurangi kegagalan sistem dan kerentanan software.

Salah satu negara di Asia yang perkembangan fintechnya sangat pesat adalah Indonesia. Hal tersebut terbukti dari adanya keinginan kerja sama Prancis dengan Indonesia. Selain itu, Korea Selatan juga datang ke Indonesia untuk mempelajari fintech tanah air. Tentunya hal tersebut membuat bangga Indonesia.

Hal itu dapat terjadi tidak lepas dari peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberi aturan tegas terhadap perusahaan fintech untuk mendaftarkan dirinya sehingga dapat mengurus regulatory sandbox. Hal itu dilakukan OJK karena fintech terbukti berkontribusi untuk meningkatkan inklusi keuangan dan cashless society.

Salah satu perusahaan yang sudah terdaftar di OJK dan ikut berkontribusi meningkatkan inklusi keuangan dan cashless society adalah PT Hensel Davest Indonesia (HDI). HDI merupakan perusahaan fintech terintegrasi yang berfokus di Indonesia Timur untuk meningkatkan potensi UMKM di sana.

Melalui platform DavestPay dan empat anak perusahaannya BiroPay, PinjamAja, Emposh, dan MoTransfer, HDI berusaha meningkatkan inklusi keuangan dan cashless society sehingga pengangguran dan kemiskinan dapat berkurang di Indonesia Timur. Hal itu dilakukan HDI karena sampai saat ini belum ada perusahaan fintech di Indonesia yang fokus untuk mengembangkan potensi di Indonesia Timur.

 
Keywords : DavestPay,Paymentonline,Aplikasi,Fintech,UMKM,Pinjamaja,Emposh,Motransfer,Biropay,Sandbox,Inklusikeuangan,Cashlessociety,Indonesiatimur