Demi menumbuhkan ekonomi digital UAE, berbagai perusahaan fintech dari daerah timur tengah dan daerah lain dipikat oleh Abu Dhabi melalui pendanaan baru, bimbingan, dan skema pengaturan. Hal tersebut bertujuan agar ekonomi digital di UAE dapat bertumbuh. Pusat keuangan Emirat, Abu Dhabi Global Market (ADGM) meluncurkan paket inisiatif baru termasuk pengujian sandbox untuk produk digital dan kemitraan dengan Departemen Pengembangan Ekonomi Abu Dhabi (untuk membantu membina para wirausahawan teknologi.

Namun, fintech dianggap mengganggu layanan keuangan tradisional karena menerapkan teknologi yang canggih untuk mempercepat transaksi, memangkas biaya, dan melayani pelanggan dengan lebih baik. Tidak hanya itu, bank dan institusi lain pun ingin berkolaborasi dengan fintech agar usaha mereka dapat tetap bertahan. Berbagai platform telah diluncurkan agar dapat membantu UMKM di UAE. ADGM mengatakan bahwa sandbox akan memastikan kepatuhan peraturan untuk memulai teknologi di Abu Dhabi. Start-up akan dapat berbisnis dalam lingkungan yang terkendali sebelum mendapatkan lisensi operasi penuh setelah bisnis mereka terbukti.

ADGM juga mengatakan akan bekerja sama dengan Emirates Development Bank untuk meningkatkan biaya dan kemudahan memperoleh pinjaman bank UKM. Sementara itu, mereka juga menyetujui inisiatif Hong Kong dan Singapura untuk membangun platform pembiayaan perdagangan berbasis blockchain untuk merangsang perdagangan fintech lintas batas.

Strategi Abu Dhabi dalam meningkatkan ekonomi digital dengan melakukan kerja sama dan mendorong sektor UMKM terlihat mirip dengan Indonesia. Indonesia melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengatur regulasi perusahaan fintech melalui sandbox. Selain itu, OJK juga meminta perusahaan fintech ikut andil dalam mengembangkan UMKM di Indonesia.

Salah satu perusahaan fintech yang sudah terdaftar di OJK dan ikut mengembangkan UMKM adalah PT Hensel Davest Indonesia (HDI). HDI merupakan satu-satunya perusahaan fintech lokal yang berfokus di Indonesia Timur. Melalui DavestPay dan empat anak perusahaannya, yakni PinjamAja, Emposh, BiroPay, dan MoTransfer, HDI berusaha membantu pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan dan cashless society sehingga pengangguran dan kemiskinan dapat berkurang di Indonesia Timur.

 
Keywords : DavestPay,Ekonomi,Fintech,Duniadigital,Strategi,AbuDhabi,UMKM,BisnisIndonesia,OJK,HDI