Perkembangan teknologi di Indonesia, khususnya startup membuat perhatian pihak luar tertuju ke Indonesia. Salah satu negara yang tertarik adalah Prancis. Menteri Digital Prancis, Mounir Mahjoubi berkunjung ke Indonesia tepatnya di Menara by Kibar untuk berbagi informasi mengenai lingkungan dan ekosistem digital. Dirinya mengatakan bahwa startup memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem yang sehat bersama dengan Pemerintah dan Non-Governmental Organizations (NGOs). Karena bergerak di jalan yang sama, Mounir Mahjoubi berharap startup dapat mengubah keadaan di sekitar menjadi lebih baik dengan teknologi digital.

Dilansir dari Kontan.co.id, kedatangan Menteri Digital Prancis tersebut dalam rangka memahami potensi startup di Indonesia yang terus berkembang. Mounir Mahjoubi terkesan dengan populasi pengguna dalam memanfaatkan new services. Masyarakat Indonesia yang mulai terdigitalisasi membuat perkembangan startup di Indonesia semakin berkembang.

Selain itu, kedatangan Menteri Digital Prancis juga untuk melakukan kerja sama dengan pihak Indonesia. Mounir Mahjoubi menyatakan sudah meneken kesepakatan kerja sama dengan Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh  Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Kesepakatan pertama yang dilakukan adalah dengan membuka sekolah coding gratis berlabel L’Academie di Indonesia dan beberapa proyek pengembangan ekosistem digital di kedua negara. Sekolah coding nantinya akan didirikan di Jakarta dan lanjut ke Bali dan diperuntukkan bagi siswa yang ingin berkarir di bidang tersebut.

Kerjasama digital kedua negara ini dikatakan akan memiliki durasi jangka panjang dengan harapan kerjasama yang akan saling menguntungkan. Menteri Digital Prancis mengatakan bahwa siap menjadi pintu pembuka hubungan bisnis antara start up kedua negara. Selanjutnya, akan ada kunjungan lagi untuk menindaklanjuti kerja sama tersebut.

Mendegar adanya kerjasama dua negara ini membuat perusahaan fintech yang berfokus di Indonesia Timur, PT Hensel Davest Indonesia (HDI) ikut mendukung. Pasalnya, perkembangan fintech saat ini sangat pesat di pulau Jawa dan masih sedikit yang merambah Indonesia Timur. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan potensi di Indonesia Timur. Sampai saat ini, HDI terus berupaya meningkatkan inklusi keuangan dan cashless society di Indonesia Timur agar kemiskinan dan pengangguran dapat berkurang di daerah tersebut. Hal tersebut dilakukan HDI melalui DavestPay yang menyasar UMKM, khususnya toko kelontong serta empat anak perusahaannya, yakni Emposh, BiroPay, MoTransfer, dan PinjamAja.

 

 
Keywords : DavestPay,Startup,MenteriDigital,Ekonomi,Indonesia,Prancis,Metodebisnis,Ekosistemdigital,inklusikeuangan