Melemahnya rupiah terhadap dolar AS tampaknya tidak bisa dilihat sebagai sesuatu yang negatif. Pasalnya, melemahnya rupiah membuat Indonesia menjadi lebih bugar. Hal itu dikarenakan lemahnya rupiah memberikan surplus Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 versi pemerintah. 

Dilansir dari Kontan.co.id, Kementrian Keuangan (Kemkeu) menyusun analisa sensitifitas dan menghasilkan perhitungan sebagai berikut. Setiap rupiah melemah 100 poin terhadap dolar AS, penerimaan pajak justru bertambah Rp 2,1 triliun sampai 2,16 triliun. Tidak hanya itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) meningkat Rp 1,7 triliun sampai Rp 2,5 triliun. Hitung-hitungan tersebut membuat total penerimaan negara bertambah sekitar Rp 3,8 triliun hingga Rp 5,1 triliun.

Bila kurs rata-rata dolar AS sepanjang tahun ini adalah Rp 14.100, maka ada pelemahan rupiah sebanyak 700 poin. Dalam APBN 2018, kurs dolar AS diasumsikan sebesar Rp 13.400, hal itu membuat penerimaan negara bisa bertambah hingga Rp 26,6 triliunsampaiRp 35,7 triliun. Ternyata, hingga 31 Juli 2018, efek melemahnya rupiah sudah dirasakan oleh penerimaan negara. Penerimaan pajak pada periode tersebut mencapai Rp 687,17 triliun dan tumbuh 14,36% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Tidak hanya itu, PNBP pun mencapai Rp 211,03 triliun, tumbuh 22,53% per tahun.

Menurut Dirjen Anggaran Kemkeu, melemahnya nilai rupiah memberikan dampak positif bagi anggaran karena dapat mengurangi besaran defisit anggaran. Tahun ini, pemerintah memiliki target defisit anggaran Rp 325,33 triliun atau 2,19% terhadap produk domestik bruto (PDB). Hingga 31 Juli 2018, defisit anggaran baru mencapai Rp 151,3 triliun atau 1,02% terhadap PDB. Periode sama tahun lalu, defisit anggaran mencapai Rp 210,04 triliun atau 1,56% dari PDB.

Selain itu, harga batubara juga bisa meningkatkan PNBP mengingat harga batubara sedang mengalami kenaikan. Rata-rata harga batubara pada Januari-Agustus 2018 mencapai US$ 99,18 per ton. Harga batubara diperkirakan naik lagi, karena mulai September harga batubara bergerak di atas US$ 110 per ton. Bahkan, harga batubara di bursa Newcastle pada 12 September 2018 mencapai US$ 114,7 per ton. Hasilnya, hingga 31 Juli 2018, PNBP dari pertambangan minerba mencapai Rp 16,44 triliun atau 92% target APBN.

Melemahnya rupiah memang menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat. Walaupun begitu, dukungan harus terus diberikan kepada pemerintah agar dapat menyelesaikan masalah ini dengan baik. PT Hensel Davest Indonesia (HDI) yang merupakan perusahaan fintech dan berfokus di Indonesia Timur berusaha sebaik mungkin dalam mendukung pemerintah untuk menciptakan inklusi keuangan dan cashless society agar kemiskinan dan pengangguran dapat berkurang di Indonesia Timur. Melalui platform DavestPay dan empat anak perusahaan lain, seperti Emposh, MoTransfer, BiroPay, dan PinjamAja, HDI berharap agar masyarakat Indonesia Timur dapat lebih produktif sehingga dapat memberikan kontribusi bagi negara melalui pajak.

 
Keywords : DavestPay,Matauang,Anggaran,Perekonomian,Rupiah,Financial,Teknologi,Aplikasi