Startup dapat dikatakan seperti bayi dan orang-orang yang terlibat di dalamnya adalah keluarga. Mengapa demikian? Hal itu karena semua karyawan akan saling memperhatikan satu sama lain agar startup ini dapat berkembang dengan baik. Jika Anda memiliki anak, tentu Anda akan mengasuh anak Anda sebaik mungkin dan akan memperhatikan lingkungan dan perkembangan si buah hati. Sama halnya dengan Anda memulai startup, semua hal itu juga akan Anda perhatikan agar startup Anda dapat terus berkembang. Hal itu karena Anda sebagai pendiri merupakan orang tua bagi anak/startup Anda. Inilah beberapa hal yang membuat startup itu seperti bayi Anda sendiri.

 1. Startup adalah Anak Anda.

Anda menciptakan startup dari awal. Dibuat menggunakan ide-ide dasar untuk perusahaan, apalagi startup yang Anda ciptakan merupakan produk yang masih sedikit ataupun belum pernah dilihat dunia.

2. Berkembang

Seperti anak Anda, tentu rasanya menyenangkan dan memberikan kepuasan jika anak Anda dapat berkembang dengan baik. Akan ada rasa bangga saat melihat startup Anda berkembang layaknya anak Anda sendiri.

3. Jerih Payah

Membuat startup atau anak Anda berkembang tidak semudah yang dibayangkan. Anda harus bekerja keras agar anak Anda dapat tercukupi kebutuhan untuk perkembangnya. Begitupula startup, agar dia dapat berkembang, banyak keringat yang harus dikeluarkan untuk mencapai hal tersebut.

4. Memberikan Perhatian Terus-menerus

Sama seperti anak Anda, startup juga harus diperhatikan terus menerus. Tidak jarang Anda harus menumpahkan air mata agar anak Anda dapat berkembang dengan baik. Anda akan terus memperhatikan anak Anda baik di malam ataupun siang hari agar anak Anda tidak mengalami kesulitan. Jika itu bayi, Anda akan mengganti popoknya, jika startup, Anda akan segera memperbaiki server yang bermasalah.

5. Bergantung Pada Anda

Startup sama seperti anak Anda yang sedang belajar berjalan. Mereka akan bergantung pada Anda dan membutuhkan waktu agar bisa berjalan sendiri.  Seiring berjalannya waktu, anak Anda akan mulai berjalan sendiri dan tidak terlalu bergantung pada Anda.

6. Cinta Tanpa Syarat

Akan datang masa-masa sulit kepada Anda. Namun, cinta yang besar terhadap anak Anda/startup membuat Anda melakukan segala hal agar semuanya baik-baik saja. Anda juga memberikan dedikasi yang tinggi agar anak/startup Anda  dapat berkembang dengan baik.

7. Kebanggaan

Melihat anak/startup Anda berkembang dan berhasil tentu hal yang membanggakan. Segala jerih payah yang Anda curahkan membuahkan hasil karena anak/startup Anda mampu berdiri sendiri dan Anda hanya mengawasi. Jika ada yang menjelek-jelekan anak/startup Anda tentu anda akan merasa marah. Hal itu karena Anda bangga dengan apa yang sudah Anda rawat dari kecil.

PT Hensel Davest Indonesia (HDI) merasakan hal yang sama saat mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang fintech dan berfokus di Indonesia Timur ini. Melihat perkembangan HDI sampai sekarang tentu memberikan kebanggaan tersendiri bagi para pendirinya. Untuk itu, HDI akan terus berkarya dan berinovasi untuk membantu masyarakat, khususnya di daerah timur Indonesia. Melalui platform DavestPay, dan empat anak perusahaan lain, seperti Emposh, BiroPay, MoTransfer, dan PinjamAja, HDI berharap para pelaku UMKM dapat memajukan usaha mereka. Hal itu dilakukan HDI untuk membantu pemerintah dalam menciptakan inklusi keuangan dan cashless society sehingga pengangguran dan kemiskinan dapat berkurang di bagian Indonesia Timur.

 
Keywords : DavestPay,Pinjamaja,Biropay,Motransfer,Emposh,Startup,Fintech,Technology,BisnisKreatif,Pendiristartup,Anak