Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap mengeluarkan aturan mengenai equity crowdfunding. Equity Crowdfunding merupakan alternatif sumber dana bagi pelaku usaha kecil (UMKM) atau rintisan (startup) untuk mencukupi permodalan. Layanan urun dana ini merupakan layanan penawaran untuk menjual saham dari penerbit kepada pemodal yang dilakukan secara online. Untuk melakukan hal itu, penyelenggara harus mengajukan izin terlebih dahulu agar dapat menerapkan layanan urun dana tersebut.

Namun, belum adanya aturan resmi terkait equity crowdfunding dapat memicu terjadinya penyalahgunaan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Untuk itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap menandatangani aturan terkait equity crowdfunding. Pihak OJK sudah mengerjakan aturan terkait equity crowdfunding dan tinggal melakukan harmonisasi dengan regulasi yang lain. Peraturan mengenai equity crowdfunding ini akan dikeluarkan pada bulan ini ataupun bulan depan.

Perusahaan yang menggunakan equity crowdfunding sampai saat ini belum terdata oleh OJK. Untuk itu, OJK akan melakukan sosialisasi terkait aturan ini. OJK berharap agar aturan ini nantinya dapat dipakai oleh perusahaan perusahaan yang bergerak di bidang fintech terutama bagi perusahaan yang masih belum memiliki pendapatan sendiri.

 
Keywords : OJK,EquityCrowdfunding,UMKM,Startup,Fintech,Financial,Technology