Kementerian Pariwisata menargetkan turis Muslim dari Timur Tengah hingga 400.000 orang pada tahun 2017.

“Untuk Timur Tengah kita targetkan 300.000 sampai 400.000 wisatwan. Marketnya Timur Tengah itu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Qatar,” kata Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Kementerian Pariwisata, Riyanto Sofyan.

Menurutnya, pasar turis Muslim mancanegara dari Timur Tengah berada di posisi ketiga berdasrkan prioritas. Riyanto mengatakan target pasar secara jumlah, pasar Asia menjadi nomor satu dan diikuti pasar Eropa.

“Timur Tengah itu (spending) leih besar. Perlu awareness dan (turis Muslim) tak bisa langsung deal dan datang. Timur Tengah itu pasarnya yang high end dan mewah. Mereka datang secara berkelompok dan biasanya mau shoping,” jelasnya.

Riyanto menyatakan akan menawarkan destinasi wisata untuk wisatawan mancanegara dari Timur Tengah yaitu Lombok, Jakarta dan Sumatera Barat. Menurutnya, Sumatera Barat, Jakarta dan Jawa Barat saat ini berstatus sebagai daerah yang sudah pasti dikunjungi oleh wisatawan dari Timur Tengah.

Kita akan melaksanakan digital campaign yang dinilai dapat langsung mendatangkan wisatawan. Pertama tetap digital, kedua kalau memang ada terlihat potensi wisatawan mancanegara yang datang ke kita, upayakan aksebilitas langsung dari airlines,” jelasnya.

Selain itu, Riyanto mengatakan Kementerian Pariwisata juga akan tetap melakukan promosi wisata halal di negara-negara Timur Tengah. Indonesia akan ikut serta pada acara-acara yang menawarkan kegiatan Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).

Adapun pasar-pasar penyumbang wisatawan Muslim yang diincar oleh Kementerian Pariwisata untuk wilayah Asia yaitu Malaysia, China, Azerbaijan dan Singapura, sedangkan untuk wilayah Eropa yaitu Rusia, Jerman, Perancis dan Inggris.

Kementerian Pariwisata telah menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2017 sebanyak 15 juta wisatawan.

 
Keywords : turis muslim 2016,jumlah turis muslim,jalan jalan,wisata murah,tiket pesawat murah