Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata mengungkapkan bahwa pariwisata merupakan cara yang sangat cepat dalam meningkatkan devisa dan tenaga kerja. Pariwisata adalah sektor yang menawarkan manfaat secara langsung dan tak langsung ke masyarakat.

Misalnya saja acara yang sedang diadakan oleh Makassar Sulawesi Selatan dengan tema “Makassar International Eight Festival and Forus (F8)”. Walau baru diadakan secara resmi pada Rabu malam, namun dampaknya sangatlah terasa.

Semenjak beberapa hari yang lalu, lokasi Pelataran City of Makassar Anjungan Losari Kota Makassar sebagai tempat pusat kegiatan F8 tampak sangatlah berbeda. Keriuhan dan keramaian sangatlah terasa. Hotel yang adapun semuanya penuh.

Event Makassar F8 ini seudah merupakan penyelenggaraan tahun yang ke-2 dan digelar Pemerintah Kota Makassar dengan dukungan dari Badan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Pariwisata. Tahun 2016 lalu, ajang ini bisa menarik lebih dari 300 ribu orang. Nantinya untuk tahun ini penyelengara menargetkan kunjungan hingga 1 juta orang.

Bukan hanya menjadi destinasi dan atraksi untuk para wisatawan, acara yang berlangsung sampai Sabtu kemarin ini disambut sangat baik oleh para penikmat jajanan khas Makassar. Misalnya Pisang Epe yang berderet dengan gerobak dan memenuhi jalan di sekitar Anjungan Losari Makassar.

Triawan Munaf selaku Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia menuturkan bahwa ekonomi kreatif salah satunya pariwisata di dalamnya memang adalah termasuk sektor yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekarang ini. Berlaku pula di Makassar yang tampak pada terlenggaranya F8.

Arief Yahya pun memberikan apresiasi dan merasa kagum dengan konsep F8 Makassar. Gagasannya bahwa industri kreatif yang kaya dengan unsure budaya bisa seimbang dengan nilai-nilai komersial. Makassar mempunyai potensi alam dan budaya yang bisa menjadi modal untuk membangun pariwisata.

 
Keywords : makassar,makassar f8,sunset makassar,sunset cantik