Kota Manado sebelumnya populer dengan julukan Wenang. Di Wenang ini terdapat sebuah kawasan yang bernama jalan roda alias jarod. Sudah dari jaman dahulu, bahkan kabarnya sebelum perang dunia I dan II terjadi, tempat ini sudah menjadi spot kumpul oleh warga masyarakat Minahasa, baik dari Tonsea, Tomohon, Wori, dan Tanawangko yang datang ke Wenang demi menjual bahan-bahan hasil bumi.

Dikenal sebagai jalan roda sebab penduduk Minahasa yang datang berjualan pada kawasan ini memakai alat transportasi roda pedati ataupun gerobak yang ditarik oleh kuda ataupun sapi. Jalan roda di waktu tersebut bertujuan sebagai stasiun roda atau pedati dan menjadi tempat berjulana bahan-bahan hasil bumi sebab lokasinya berseberangan dengan pasar besar di kala itu yakni pasar Minahasa.

Karena sangat ramai kala itu, di stasiun roda pun menjadi tempat bisnis makin pesat. Sekitar tahun 1950-an telah ada penginapan. Pada penginapan ini, orang dari luar kota menginap. Bisnis warung makan dan kedai kopi pun mulai hadir.

Mengikuti zaman, tempan itupun berkembang jadi kawasan pertokoan kota pasar 45. Pasar Minahasapun berubah menjadi shopping center serta keberadaan Jalan Roda masih tetap dipertahankan sampai sekarang.

Kopi yang ditawarkan bukanlah kopi mewah melainkan hanya kopi bubuk biasa, namun yang unik yakni cara seduhnya yang dijerang pada saringan kain yang ditaruh pada ceret kuningan, dna dipanaskan pada atas bara arang hingga kopinya matang.

Terdapat khas pada kopi yang disuguhkan ditempat ini. Pasalnya terdapat istilah ‘kopi setengah’ yang berarti kopinya sedikit saja atau hanya setengah gelas saja. Kopi dibanderol dengan harga Rp 7 ribu per gelas jadi jika hanya setengah maka harga yang harus dibayar sebesar Rp 3.500.  namun istimewanya, kopi setengah bisa ditambahkan air ataupun gula tetapi bayarannya hanya tetap setengah dari harga kopi segelas.

Bukan hanya kopi, makanan lain juga tersedia misalnya rica roa, tinutuan, mie cakalang, pisang goreng goroho yang bisa dibeli dengan harga yang murah dan pastinya halal. Namun bisnis cafe modernpun berkembang sangat pesat di Manado, tetapi kesederhanaan dan uniknya Jarod masih tetap bertahan sampai sekarang ini. Maka dari itu, kawasan ini tetap menjadi pusat bisnis tertua dan masih menjadi area tersibuk di Manado sampai sekarang ini.

 
Keywords : manado,wisata manado,puncak agotey manado,trip murah