Upacara bakar baru adalah salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Papua dan menjadi ungkapan rasa syukur. Upacara bakar batu tersebut dilakukan dengan memasak daging babi lewat batu yang dipanaskan sampai membara. Tradisi ini dapat dilakukan oleh satu desa ataupun beberapa desa.

Upacara bakar batu bertepatan pada Hari Kemerdekaan ke-72 NKRI kemarin. Lokasi upacara bakar batu diadakan di Kantor Bupati Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, Wamena, Papua. Tak membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai kesana dari kota Wamena. Upacara bakar batu termasuk tradisi yang sebenarnya jarang dilakukan.

Hanya pada hari penting atau tertentu saja, misalnya perayaan hari kemerdekaan RI. Hal ini disebabkan babi yang jadi bahan pokok dalam upacara ini sangatlah mahal. Harga satu ekor babi yang besar dibanderol dengan harga Rp 30 juta.

Demi meringankan beban dari harga babi itu, seringkali satu desa tak membeli satu babi dengan utuh. Mereka akan saling mengumpulkan uang untuk membeli babi dengan bantuan desa lain. Dana dari dua desa dapat mencukupi untuk membeli satu ekor babi.

Batu yang digunakan pada upaacara ini adalah batu yang diambil dari sungai ataupun kali namun yang memiliki tekstur keras dan tak mudah hancur. Batu yang ditumpuk-tumpuk kayu dan dibakar dengan api. Proses pemanasan batu tersebut membutuhkan waktu kira-kira dua jam.

Seusai segala persiapan selesai, maka batu panas dimasukkan dalam lubang. Kemudian daging babi di potong-potong, lalu disimpan diatas baru yang beralaskan daun pisang ke dalam lubang. Pada bagian atas daging babi tersebut, ditutup daun pisang dan menaruh batu panas lagi, ditutup daun.

Dibagian atas daun, masyarakat menaruh beberapa singkong, ubi jalar, dan sayuran lainnya. Pada daun pisang paling atas ditumpuk lagi batu panas lalu ditutup daun pisang dan rerumputan juga ilalang. Batu panas yang dibawa menuju lubang yang sudah disediakan memakai kayu atau bambu yang dibentuk layaknya penjepit. Batu panas yang berwarna hitam dan berasap tersebut kemudian di bawa satu persatu.

Proses daginga masak akan memakan waktu sekitar 4 jam lamanya. Demi membakar semangat, penduduk akan menerikkan yel-yel dan menari serta bernyanyi. Lalu daging babi yang sudah matang akan dipotong-potong lagi dan dibagi dengan rata.

Pembagian daging babi dilakukan dengan adil dan masyarakat duduk dengan berkelompok. Hal ini agar memudahkan dalam pembagian daging babi. Pada kelompok, ada seorang coordinator yang akan membagikan daging secara rata. Jadi setiap orang akan mendapat jatah daging babi.

Jatah daging babi juga akan diberikan oleh semua orang yang hadir bahkan untuk para tamu yang diundang akan ikut memperoleh jatah daging babi. Daging yang matang akan berwarna putih dengan sedikit warna kehitaman akibat terkena batu panas. Rasa daging pun sangatlah lezat seperti ada bumbu kacang dan aroma bakar dari batu panas akan sangat terasa.

 
Keywords : updacara bakar batu,adat papua,tradisi unik,papua