Inflasi yang dicapai di DKI Jakarta menurun seusai melewati periode Idul Fitri di bulan Juni dan Juli yang lalu. Pada bulan Agustus 2017, inflasi Jakarta menurun sampai 0,13% mtm dan tercata berada di bawah rata-rata tiga tahun sebelumnya sebesar 0,34% mtm.

Fadjar Majardi selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta menerangkan bahwa melemahnya tekanan inflasi di DKI Jakarta terutama diberikan oleh deflasi di kelompok volatile food dan terkendalinya inflasi kelompok inti.

Sedangkan inflasi di kelompok administered price mengalami sedikit peningkatan. Dengan perkembangan tersebut, laju inflasi per awal tahun 2017 mencapai hingga 2,86 ytd. Di kelompok administered price, komoditas transportasi paling utama tarif angkutan udara di bulan Agustus 2017 dilaporkan mengalami inflasi.

Di tengah-tengah penurunan tarif yang terjadi setelah periode Idul Fitri, masih tingginya animo masyarakat Ibukota untuk memakai transportasi udara setelah Idul Fitri mendukung terjadinya kenaikan tarif sekitar 6,54% mtm.

Bukan hanya transportasi, naiknya inflasi juga diberikan oleh meningkatnya harga rokok, terutama rokok kretek filter 2,16% mtm menjadi respon lanjutan dari kenaikan cukai rokok pada awal tahun 2017. Perkembangan dari dua komoditas ini membuat sumber utama lebih tingginya inflasi DKI Jakarta bila dibandingkan dengan inflasi nasional yang ada di bulan ini tercatat deflasi kisaran 0,07% mtm.

 
Keywords : tiket murah,tiket murah traveling,tiket murah garuda,tiket online,gotf 2017