Inggris tampaknya mengikuti langkah Amerika Serikat untuk penerapan larangan membawa gadget tertentu ke kabin pesawat. Larang tersebut diarahkan untuk penumpang yang memiliki tujuan ke Inggris dari 6 negara Arab.

Enam Negara tersebut adalah Turki, Lebanon, Mesir, Yordania, Arab Saudi, dan Tunisia. Gadget yang dilarang dibawa masuk ke kabin pesawat adalah perangkat yang memiliki panjang lebih dari 16 cm, lebar 9,3 cm, dan tebal 1,5 cm.

Spesifikasi ukuran tersebut termasuk ponsel, masih memiliki batas toleransi untuk peranti yang satu ini. Selain itu, ada juga tablet, laptop, e-reader, pemutar DVD, konsol game, dan lain-lain yang dilarang.

Alat-alat elektronik yang ukurannya melebih batasan tersebut akan diminta untuk memasukkan ke dalam bagasi dan dimasukkan ke kargo pesawat. Walaupun aturan tersebut sudah dikeluarkan, namun setiap maskapai tetap bisa memutuskan sendiri kapan mereka akan menegakkan aturan tersebut ke pesawatnya.

Chris Grayling selaku Menteri Transportasi Inggris menuturkan bahwa aturan tersebut dapat membuat frustasi namun selaku pelaku industry penerbangan akan mencoba untuk memperkecil dampak apapun yang akan terjadi.

Aturan ini memang akan sangat tidak membuat nyaman penumpang maupun maskapai. Namun ditinjau dari manfaat sangatlah penting karena akan selalu mengutamakan keselamatan dalam penerbangan.

Alasan mengapa Inggris mengikuti kebijakan AS karena memikirkan faktor keamanan dan ancaman yang akan ditimbulkan.

 
Keywords : larangan membawa gadget di pesawat,jangan menggunakan gadget di pesawat,larangan di pesawat