Kepala Divisi Niaga Beny Marbun menjelaskan apa penyebab PT PLN (Persero) menurunkan tarif daftar listrik. Ada dua faktor yang mempengaruhi, yang pertama adalah inflasi dan yang kedua nilai tukar rupiah.

Sejak April, PLN menurunkan tarif dasar listrik dari Rp 8 hingga Rp 12 per kWh. Menurut data PLN, di bulan Februari ada deflasi sebesar 0,09% dari bulan sebelumnya. Sementara nilai tukar rupiah menguat Rp 373 per Dolar AS.

Beny kemudian menerangkan golongan pengguna listrik yang menerima penurunan tertinggi adalah golongan tegangan rendah, yaitu turun Rp 12 per kWh. Sementara golongan tegangan menengah turun Rp 9 per kWh. Untuk golongan tegangan tinggi, penurunan hanya sebesar Rp 8 per kWh.

Berikut adalah daftar penyesuaian tarif dasar listrik:

Golongan Tegangan Rendah (TR) 1.300 – 6.600 VA        Rp 1.343 per kWh

Golongan Tegangan Menengah (TM) diatas 200 kVa      Rp 1.033 per kWh

Golongan Tegangan Tinggi (TT) diatas 30.000 kVa         Rp 925 per kWh

 

Keywords : bayar listrik online, tagihan listrik, pnl online, pln, voucher listrik, token listrik, ppob