Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menggunakan tenaga diesel tidak lagi menggunakan solar sebagai bahan bakarnya. Sebagai gantinya, Menteri ESDM mengatakan minyak sawit yang akan digunakan sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Dalam jangka waktu dua tahun, peralihan dari solar ke minyak sawit ini diharapkan dapat terealisasi pada 2.000 Megawatt (MW) PLTD.

Pergantian solar ke minyak sawit ini merupakan upaya untuk menekan impor produk bahan bakar minyak (BBM). Tidak hanya itu, penggunaan minyak sawit juga dalam rangka bauran energi baru terbarukan (EBT). Tampaknya hal itu wajar dilakukan oleh pemerintah. Pasalnya, penggunaan BBM per hari mencapai 1,3 juta-1,4 juta barel. Melihat pertumbuhan konsumsi hingga 5%, estimasi konsumsi BBM nasional akan terus meningkat hingga mencapai 1,8 juta-2 juta barel per hari (bph) dalam waktu 10 tahun.

Selain itu, impor minyak yang terus meningkat akan mengakibatkan rupiah terdesak oleh kurs dolar AS. Maka dari itu, Menteri ESDM meminta PLTD menggunakan minyak sawit atau green diesel.

Mendengar hal tersebut, Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN, Supangkat Iwan Santoso menyetujui jika diesel digantikan oleh minyak sawit. Dirinya mengatakan bahwa saat ini PLTD masih sering menggunakan high speed diesel (HSD) yang didapatkan melalui impor dan dapat berpengaruh pada neraca perdagangan. Menggunakan minyak sawit yang merupakan produk dalam negeri tentunya dapat menekan tingkat impor BBM.

Iwan mengatakan bahwa menggunakan minyak sawit bukanlah tanpa kendala. Dari segi teknis, belum semua PLTD yang bisa menggunakan minyak sawit kecuali dengan kadar persentase tertentu. Masalah teknis tersebut membuat penggunaan minyak sawit ke PLTD masih 20% saja dan merupakan biodiesel. Agar penggunaannya dapat menjadi 100%, diperlukan adanya penggantian mesin. Untuk mengganti mesin tersebut memerlukan waktu 1,5 tahun. Oleh karena itu, target yang diberikan menteri ESDM tentunya masih dapat dipenuhi.

Mengingat listrik menjadi kebutuhan dasar masyarakat, pergantian bahan bakar PLTD dari solar ke minyak sawit diharapkan tidak menghambat aliran listrik sehingga masyarakat dapat menikmati listrik melalui agen-agen pembayaran listrik yang dipercaya PLN. Salah satu agen pembayaran listrik yang dipercaya oleh PLN adalah DavestPay. DavestPay merupakan platform dari PT Hensel Davest Indonesia (HDI), sebuah perusahaan fintech yang berfokus di Indonesia Timur. Pergantian PLTD solar ke minyak sawit diharapkan tidak akan mengganggu aliran listrik ke masyarakat.

 
Keywords : DavestPay,PLN,ListrikNegara,PLTD,ESDM,BBM,Solar,Energi,EBT