PT Perusahaan Listrik Negara Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) terus menambah jumlah fasilitas pengisian motor dan mobil listrik, berupa Stasiun Penyediaan Listrik Umum atau SPLU. Pada tahun ini, sudah ditargetkan bakal ada 1.000 SPLU yang akan beroperasi.

Leo Basuki selaku Manager Bidang Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN Disjaya menjelaskan bahwa sampai sekarang ini, telah ada 549 SPLU yang tersebar di berbagai titik di lokasi Jakarta. Dengan demikian, masih terdapat 451 unit SPLU yang belum terpasang untuk mencapai target.

Leo menambahkan demi menyediakan satu unit SPLU PLN Disjaya harus mengeluarkan Rp 7 juta. Jadi apabila penyediaan ditargetkan 1.000 unit SPLU untuk tahun ini, maka biaya yang diperlukan mencapai Rp 7 miliar.

Walaupun motor dan mobil listrik belum dipakai secara masif, PLN Disjaya mau mengantisipasi perkembangan itu dengan menyediakan fasilitas pengisian energinya. Bukan untuk motor mobil listrik, SPLU itu sekarang ini juga dapat dipakai untuk perangkat elektronik lainnya.

I Made Suprateka selaku Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN menuturkan demi memakai SPLU itu, masyarakat harus mengisi pulsa alias stroom kilo Watt hour (kWh) meter. Masyarakat bisa membeli token listrik lewat Payment Point Online Bank atau PPOB, minimarket, ATM, dan lainnya.

 
Keywords : pln,berita pln,kenaikan tarif listrik,dirut pln,kantor pln pusat,diskon pln