Bisnis rintisan dengan basis teknologi dalam negei makin menjamur dan mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini pastinya akan berdampak pada Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia pada masa yang akan datang.

Namun, pengembangan bisnis startup dalam negeri masih mengalami banyak sekali masalah, dimulai dari pelakunya sendiri misalnya yang masih susah memperoleh permodalan, dan juga kurangnya pengetahuan pelaku usaha tentang cara memajukan perusahaan tersebut.

Sekarang ini, pelaku bisnis tidak perlu khawatir mengenai permodalan, karena kini pemerintah telah menyediakan modal melalui program inkubasi bisnis untuk startup yang ada di Indonesia. Tetapi terdapat hal yang membutuhkan perhatian ketika ingin memulai menjajal bisnis startup itu. Berikut ini merupakan ulasan mengenai 5 tips yang harus dilakukan bila ingin mencoba bisnis rintisan basis startup.

Pertama,

Seorang pendiri harus menggali lagi passion dan potensi yang dimiliki. Hal ini dibutuhkan untuk memastikan ide yang dibangun cocok dengan siapa dirinya. Jadi pada tahapan pertama, pendiri harus memastikan dengan benar, mengapa harus membuat bisnis ini.

Kedua,

Pendiri akan masuk dalam tahapan market research tentang ide yang sudah dibuat. Pendiri harus melihat tentang bagaimana situasi pada pasar, apakah publik akan merespon baik dengan apa yang akan dibuat. Misalnya membuat produk search engine, tetapi pendiri harus menyadari bahwa saingannya tak lain dan tak bukan adalah Yahoo!, Google, dan bing.

Ketiga,

Sekarang, pendiri akan masuk dalam tahapan harus siap berganti topi artinya pendiri harus siap belajar menjadi seorang ahli finance, ahli administrasi, ahli marketing, ahli outsouching, dan lain-lain. Tidak sedikit pelajaran bisnis yang harus digali dalam-dalam, bila mau membangun sebuah perusahaan. Bagaimana cara mengatur proses hukum, cashflow, cara membuat kontrak, bahkan cara berkomunikasi dengan klien ataupun vendor. Karena percayalah, ketika pendiri menguasai semua ini, ketika merintis usaha akan lebih mudah karena sudah tak perlu merekrut semua ahli dalam bidang ini terlebih lagi karena baru awal merintis.

Keempat,

Tahapan selanjutnya yaitu ketika produk sudah dibuat. Fase ini memilki fokus untuk merealisasikan visi, ide, dan mimpi pendiri menjadi sebuah karya yang jelas, nyata, dan produk yang maksimal. Tahapan ini juga merupakan waktu melakukan perancangan produk, implementasi produk,  testing produk, revisi, testing produk lagi, sampai dengan menemukan keberhasilan dalam produk yang bakal dijual di pasar.

Dalam merintis perusahaan startup memang sangat sulit, karena dibutuhkan produk yang baik dengan desain yang bisa menarik hati publik juga.

Kelima,

Tahapan ini membutuhkan pendiri untuk segera memasarkan produk yang sudah dibuat. Tahapan ini juga diawali dimana pendiri harus mengatur waktu yang tepat untuk meluncurkan produk beserta fitur-fiturnya. Bukan hanya itu, pendiri harus belajar mengenai cara kampanye pada berbagai media dan melihat feedback dari pengguna. Bahkan harus pula melakukan networking, mencari klien , dan investor. 

 
Keywords : team startup. startup team,tips startup,sukses startup