Mulai awal Juni  2017, bunga kartu kredit di Indonesia akan diturunkan dari saat ini 2,95 persen per bulan atau 35,4 persen setahun menjadi 2,25% perbulan atau 26,95% setahun.

Bank Indonesia telah mengaatur penurunan ini melalui ketentunan yang terbit 2 Desember 2016, yakni Surat Edaran BI perubahan keempat atas surat edaran BI Nomor 11/10/DKSP Tanggal 13 April 2009 perihal penyelanggaraan kegiatan alat pembayaran dengan menggunakan kartu.

Dari sisi konsumen, penurunan bunga kartu kredit sebanyak 24 persen ini diperkirakan akan meningkatkan transaksi kartu kredit sehingga keuntungan bank penerbit kartu kredit tidak tergerus terlalu dalam.

Selain itu, penurunan bunga ini diperkirakan dapat membuka peluang bagi bank untuk menambah nasabah kartu kredit terutama di segmen menengah bawah.

Dari sisi bank, kebijakan ini akan mengurangi pendapatan bank. Maklum, hasil riset Halomoney.co.id, saat ini sekitar 70 persen pengguna kartu kredit membayar tagihannya dengan pembayaran minimum sehingga terkena bunga.

Hanya 30 persen membayar tagihan secara lunas sebelum jatuh tempo sehingga tidak dikenakan bunga dan denda. Dengan penurunan bunga sebesar 24 persen, pendapatan bank dari kartu kredit tentu akan ikut berkurang.

Dari data di atas hanya sekitar  40% pengguna kartu kredit yang menggunakannya secara benar. Selain membayar tagihan kartu kredit dengan pembayaran minimal, masih banyak kesalahan yang sering terjadi di kalangan pemilik kartu kredit.

Mulai dari hal yang kecil seperti salah memperlakukan kartu kredit hingga salah memanfaatkan fasilitas transaksi di dalam kartu kredit.

Berikut ini lima jenis kesalahan yang sering terjadi di kalangan para pengguna kartu kredit.

1. Kartu Mencari Utang

Menganggap kartu kredit sebagai kartu untuk berutang atau mencari utang adalah kesalahan pertama yang sering terjadi. Ubalah mindset anda untuk menjadikan kartu kredit sebagai penyedia dana cadangan.

Jika hendak memakainya untuk keperluan darurat dalam jumlah yang banyak, pastikan anda bisa melunasinya saat tagihan datang. Jika tidak bisa memastikan, lebih baik anda mengajukan kredit tanpa agunan (KTA) ke bank.

Akibat salah memperlakukan kartu kredit, para pemilik kartu kredit tidak memiliki disiplin untuk membayar tagihan . Sedangkan bunga dari dana yang digunakan melalui kartu kredit sangat besar, meski nanti turun jadi 2,25 persen per bulan.

Sikap yang benar yaitu, kartu kredit diperlakukan hanya sebagai alat transaksi untuk memudahkan mengatur keuangan anda.

Dengan kartu kredit, anda tidak perlu membayar kebutuhan secara tunai.

Kartu kredit hanya alat untuk menunda pembayaran hingga jatuh tempo.

Sebagai alat transaksi, pemilik kartu kredit hanya bisa memanfaatkan bermacam promosi dari bank penerbit kartu kredit berupa diskon, poin reward, cashback, hingga poin airmiles.

 

2. Membayar Cicilan Minimal

Kesalahan berikut ialah membayar tagihan kartu kredit dengan pembayaran minimal. Dari nilai belanja yan telah anda lakukan, anda hanya membayar nilai minimal seperti tertera di setiap tagihan.

Akibat tagihan anda terus bertambah besar karena bank mengenakan bunga atas akumulasi sisa utang dan bunga pinjaman sebelumnya.

Sikap yang benar yaitu anda membayar seluruh tagihan kartu kredit sebelum tanggal jatuh tempo. Maka dari itu anda harus memastikan sisa dana di rekening tabungan anda sebelum menggunakan kartu kredit.

Dana itulah yang akan digunakan untuk membayar tagihan kartu kredit. Jadi sebelum menggunakan kartu kredit untuk bertransaksi, anda harus tahu nilai tabungan agar transaksi kartu kreditmu tidak melebihi dana di tabungan.

 

3. Menganggap Remeh Tanggal Jatuh Tempo

Banyak dari pengguna kartu kredit lupa mencatat tanggal jatuh tempo tagihan atau menganggap sebagai hal yang sepele. Akibatnya, pembayaran tagihan sering terlambat sehingga anda tagihan anda dikenakan denda dan bunga.

Di sinilah anda bisa kewalahan mengatur keuangan. Jadi, jangan malas mencatat tanggal jatuh tempo tanggal tagihan kartu kredit di buku catatan pribadi atau di smartphone.

Sangat tidak disarankan, telat membayar tagihan kartu kredit. Mengapa? Karena anda akan dikenakan denda keterlambatan (late charge), plus bunga yang dikenakan atas sisa limit.

 

4. Gampang Melakukan Tarik Tunai

Memanfaatkan fasilitas tarik tunai di kartu kredit sangat tidak disarankan. Karena anda harus membayar biaya tarik tunai atau minimum Rp 100.000 dari jumlah uang yang ditarik. Selain itu akan ada bunga dari total dana yang ditarik.

Nantinya biaya bunga tarik tunai menjadi 2,25 persen seperti tertuang di peraturan BI yang baru.

Jadi jangan pernah melakukan tarik tunai dengan kartu kredit! Jika anda sedang traveling dan butuh uang tunai, gunakanlah kartu debit dengan logo Mastercard/VISA.

Anda juga akan dikenakan biaya surcharge, tapi sangat jauh lebih murah dibandingkan jika kamu ambil dari kartu kredit.

 

5. Tidak Mau Berkonsultasi Dengan Bank Soal Kesulitan Keuangan

Apabila kondisi keuangan anda sedang buruk sehingga sulit membayar tagihan, anda tidak perlu malu mendatangi bank penerbit kartu kredit untuk berkonsultasi. Pihak bank dapat membantu untuk mengatur rencana pembayaran tagihan melalui negosiasi.

Intinya, jika terjadi masalah keuangan yang membuat tagihan tak terbayar, tak perlu menceritakan kesulitan itu pada pihak bank. Sebab bank memiliki kebijakan internal untuk membantu meringankan cicilan nasabah. Seperti,  memperpanjang jangka waktu cicilan atau mengurangi denda.

Kesulitan keuangan yang andaalami boleh jadi karena anda tidak mengatahui batas transaksi kartu kredit anda.

 
Keywords : kartu kredit,tips menggunakan kartu kredit,menggunakan kartu kredit,davestpay