Para pengguna kartu kredit dan debit wajib memperbaharui kedua hal ini. Pertama terkait gesek kartu kredit ataupun kartu debit di kasir, dan kedua mengenai biaya tambahan sebesar 3% kartu kredit. Dua hal ini telah di larang oleh BI atau Bank Indonesia.

Larangan Gesek Kartu Kredit dan Kartu Debit

Dimulai dari awal September ini, Bank Indonesia mengeluarkan larangan gesek kartu kredit secara ganda ketika bertransaksi di mesin kasir. Kasus double swipe ini banyak dialami oleh nasaba pada banyak merchant. Misalnya pada transaksi di supermarket ataupun minimarket, kartu kredit akan digesek pada mesin EDC lalu petugas kasir akan menggesek lagi pada mesin kasir demi memperoleh struk belanja.

Sekarang ini BI meminta kepada merchant untuk melakukan penggesekan kartu kredit hanya sekali saja, yaitu hanya pada mesin EDC. BI juga meminta kepada nasabah untuk tak memberikan kartunya untuk digesek dimesin kasir.

Larangan ini demi melindungi data nasabah pengguna transaksi non tunai dari pencurian data dan informasi yang ada dalam kartu nasabah. Data nasabah dan informasi kartu nontunai akan dapat mudah diketahui oleh merchant si pemilik mesin transaksi di kasir.

Biaya tambahan 3% kartu kredit

Masalah ini tidak banyak diketahui oleh nasabah ataupun merchant jadi biaya tambahan 3% masih kerap terjadi. Biaya tambahan kartu kredit sebesar 3% tersebut kenyataannya telah dihapus oleh BI. Larangan ini sudah dipublikasikan pada Puji Atmoko selaku Analis Eksekutif Tim Pengaturan Sistem Pembayaran Direktorat Akuntansi dan Sistem Pembayaran Bank Indonesia di tahun 2011 silam.

Pada kenyataannya, biaya tambahan yang dikenakan pada kartu kredit itu diberikan oleh pihak bank pada pemilik toko sebagai biaya dalam pemakaian mesin EDC pada toko demi memudahkan dalam pembayaran para pembeli. Tetapi fakta yang ada, justru kerap kali pemilik toko malah mengalihkan biaya tersebut pada pembeli yang membayar memakai kartu kredit. Karena pemilik merchant tak mau kehilangan keuntungan.

Namun harus diakui, biaya tambahan dari kartu kredit ini lumayan dilematis untuk merchant. Karena pemilik toko seringkali hanya memperoleh sedikit keuntungan dari barang ataupun jasa yang dibeli dengan kartu kredit itu. Biaya tambahan kartu kredit senilai 3% sebenarnya wajib diserahkan pada pihan bank. Jadi mereka justru menanggung kerugian seusai transaksi itu.

Tetapi dipihak lain, para konsumen nantinya bakal dikenai bunga oleh bank seusai pembelian yang dilakukan di merchant. Jadi konsumen akan dibebani dengan biaya beban dua kali, yaitu biaya tambahan 3% dan bunga dari kartu kredit.

 
Keywords : kartu kredit limit,tips menggunakan kartu kredit,menggunaka kartu kredit,menggunakan kartu kredit