Kementrian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo kini didesak untuk menyegerakan pembukaan pita frekuensi untuk menggelar 5G jauh-jauh hari. Sebab secara global, teknologi 5G tersebut direncanakan hadir pada tahun 2020.

Dian Siswarini selaku Presiden Direktur XL Axiata mengungkapkan bahwa teknologi terbaru ini memerlukan investasi yang baru. Contohnya 5G yang telah didemokan oleh XL dengan menggandeng penyedia infrastruktur telekomunikasi asal Swedia yaitu Ericsson.

Hal tersebut terbukti pada saat operator menggelar 3G pada tahun 2006. Namun penyebarannya melambat sampai hampir satu decade. Sementara saat penggelaran 4G, baru dua tahun penggunanya sudah meningkat pesat.

Maka dari itu, Kominfo sebagai regulator didesak untuk membuka spectrum khusus untuk 5G sebelum dikomersilkan pada tahun 2020. Dengan demikian, operator dapat menyiapkan jaringan generasi kelima itu sebelum dikomersilkan.

Dikabarkan sebelumnya, Kominfo telah mempersiapkan spectrum di 28 Ghz untuk penggelaran 5G kemudian. Pernyataan tersebut diucapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika beberapa minggu lalu.

Nantinya, 5G hanya dapat diakses di daerah kota, sedangkan untuk kawasan pedesaan atau rural bakal menggunakan spectrum 700 Mhz yang dipakai untuk persoalan coverage atau jangkauan.

 
Keywords : 5g,spektrum 5g,jaringan 5g,jaringan 5g indonesia