Hampir seluruh dari masyarakat di dunia dari semua kalangan usia memiliki akun facebook.

Bisnis facebook memang tidak mengenal lelah, tapi saat ini pendapatannya dapat dikatakan berada pada titik jenuh. Facebook mencatat pendapatannya selama kuartal IV 2016 mencapai  8,81 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 117 triliun.

Angka tersebut memang lebih tinggi dari perkiraan para analis yang hanya mematok Rp 8,51 miliar dollar AS atau setara Rp 113 triliun.

Angka itu juga meningkat hingga 52% dari periode yang sama pada 2015. Meskipun terlihat meningkat tetapi, pertumbuhan itu sebenarnya melambat jika dibandingkan dengan kuartal ketiga dan kedua 2016.

Pada kuartal ketiga 2016, pendapatan facebook naik hingga 55% dari kuartal yang sama pada 2015. Bahkan, kuartal kedua 2016 mencatat peningkatan pendapatan lebih besar yakni 59% dari tahun sebelumnya.

Mayoritas Mobile

Meski Menemui titik jenuh dengan pendapatan yang lambat, Facebook tetap memegang posisi sebagai media sosial dengan pendapatan paling besar saat ini. Mayoritas pendapatan itu, yakni 84%, diperoleh dari iklan mobile.

Berarti, dari pendapatan sebesar 8,81 miliar dollar AS sebanyak 7,25 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 96 triliun dikumpulkan dari akses mobile. Hal ini dapat dikatakan sebagai pencapaian besar bagi facebook.

Pasalnya, jejaring sosial ini pertama kali diperkenalkan sebagai platform berbasis PC. Butuh waktu dan inovasi besar untuk mengubah kebiasaan pengguna mengakses facebook di PC menjadi di mobile.

Facebook juga gencar menebar iklan di platform-nya. Selain melalui linimasa, Page, Messenger dan video selanjutnya facebook juga berencana memasang iklan untuk layanan televisi streaming yang akan dikembangkan.

Diketahui, saat ini pengguna aktif bulanan alias monthly active users (MAU) facebook mendekati angka 2 miliar. Mayoritasnya mengakses via perangkat mobile seperti smartphone dan tablet.

 
Keywords : bisnis facebook,facebook ads,facebook marketing