Di Indonesia sarang semut ranrang biasanya dijadikan makanan burung atau umpan pancing. Namun siapa yang menyangka jika sarang semut itu justru di jadikan sebagai lauk.

Di Thailand, tepatnya di daerah Isan sarang semut ini ternyata umum disantap sebagai lauk makan.

“Tom salah satu pemandu tur lokal dalam acara AEC Media Fam Trip Thailand Connect mengatakan di sini sarang semut ranrang biasanya disebut Khai Mot Dang. Kalau sudah di Bangkok, makanan ini jauh lebih mahal,” kata Kamis (2/2/2017).

Saat berada di restoran Krua Khun Nid, Tom memesan sarang semut tumis untuk makan malam kami.

Bentuk sarang semut tumis itu tidak menggoda selera. Dengan bentuk lonjong berwarna putih susu ditumis hingga berminyak lengkap dengan sayuran. Lauk ini tampak begitu asing, apalagi mengingat asal masakan ini.

Namun rasanya sangat lezat! Sungguh patut dicoba. Teksturnya seperti menyantap telur ikan salmon di restoran Jepang, pecah saat digigit. Bedanya, sarang semut ini memiliki rasa yang lebih creamy.

Ditumis dengan sayuran dan bumbu masakan juga membuat sarang semut menjadi lebih nikmat. Apalagi orang Thailand yang memang suka dengan cita rasa pedas dan handal dalam menumis makanan. Selain ditumis, sarang semut juga dapat dimasak kuah dengan campuran sayur, rebung dan jamur.

Di restoran Krua Khun Nid harga untuk  seporsi sarang semut tumis dihargai 150 Baht atau setara Rp 56.000. Sedangkan di Bangkok harga seporsi sarang semut dapat mencapai 250 Baht atau setara Rp 95.000.

Hanya saja jangan kecewa jika pergi berkunjung ke daerah Isan anda tidak dapat menemukan hidangan sarang semut. Sebab sarang semut hanya ada saat musim panas.

“Cuma ada saat bulan Desember-April saja. Seperti sekarang ini bulan Februari,” kata Tom.

 
Keywords : makanan unik,makanan ekstrem,makanan unik thailand,makanan sarang semut