Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diminta Menteri Kesehatan untuk memutar otak dalam mengatasi masalah keuangan. Hal itu dikarenakan BPJS Kesehatan tidak bisa berharap besar pada iuran peserta. Kenaikan iuran yang tidak dilakukan oleh BPJS Kesehatan membuat pihak terkait harus mencari cara lain untuk mengatasi masalah keuangan. Pasalnya, pengeluaran dari BPJS Kesehatan lebih besar daripada pemasukannya.

Akan tetapi, efisiensi bisa dilakukan dengan cara membuat aturan mengenai layanan BPJS Kesehatan. Aturan tersebut nantinya akan dibuat bersama dengan Kementerian  Kesehatan dibawah koordinasi Kementerian PMK dan BPJS Kesehatan.

Selain itu, cara lain yang dilakukan adalah dengan kampanye hidup sehat yang diberikan kepada masyarakat. Hal tersebut dirasakan dapat membuat perilaku masyarakat berubah sehingga potensi untuk sakit pun akan berkurang.

Presiden Joko Widodo pernah menyindir terkait defisit anggaran di BPJS Kesehatan. Dirinya mengatakan bahwa dibutuhkan manajemen yang jelas dalam BPJS Kesehatan. Jokowi mengatakan hal tersebut karena masalah defisit keuangan selalu menjadi persoalan yang belum terselesaikan di BPJS Kesehatan.

Walaupun iuran peserta belum bisa menutupi defisit keuangan yang dialami BPJS Kesehatan, masyarakat harus tetap berkontribusi dalam hal tersebut. Pasalnya, iuran peserta setidaknya dapat meringankan sedikit beban dari BPJS Kesehatan dan masyarakat dapat berkontribusi secara nyata.

Selain itu, pihak BPJS Kesehatan juga sudah banyak menggandeng berbagai pihak agar pembayaran iuran peserta dapat lebih mudah dilakukan. Salah satu pihak yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dalam hal pembayaran iuran peserta adalah PT Hensel Davest Indonesia (HDI) yang merupakan perusahaan fintech terintegrasi dan berfokus di Indonesia Timur.

Melalui platform DavestPay, HDI berusaha memudahkan pembayaran iuran para peserta BPJS Kesehatan. Pasalnya, pembayaran iuran BPJS Kesehatan melalui DavestPay dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya melalui aplikasi ataupun website. Tentunya hal tersebut dapat dilakukan disela-sela kesibukan ataupun rutinitas sehari-hari tanpa perlu mengunjungi loket dalam bentuk fisik.

 
Keywords : DavestPay,BPJSKes,TagihanBPJS,Iuranmenunggak,Defisitkeuangan,Ekonomi,Technology,Aplikasi