Banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk menutup deficit BPJS Kesehatan. Beberapa cara yang sudah dilakukan, salah satunya adalah empat perusahaan jaminan sosial ikut menalangi defisit BPJS Kesehatan. Namun, langkah berikutnya yang digunakan dalam upaya menutupi defisit BPJS Kesehatan dengan menggunakan cukai rokok. Memang terdengar kontradiktif ketika mendengar lembaga sosial kesehatan justru menggunakan cukai rokok untuk menalangi defisit mereka.

Namun ternyata, langkah yang diambil pemerintah dengan menggunakan cukai rokok untuk menutupi defisit BPJS Kesehatan mendapat apresiasi dari pihak Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI). Menurut pihaknya, perpres pemanfaatan dana cukai untuk kesehatan ini sesuai dengan karakteristik regulasi IHT yang Pancasilais yang mengedepankan  kepentingan rakyat.

Pihak GAPPRI mengatakan bahwa mereka bagian dari komponen NKRI. Oleh karena itu, sebagai asosiasi yang menaungi industri kretek nasional melakukan bela negara adalah kewajiban yang sudah semestinya ditunaikan oleh komponen bangsa untuk mewujudkan cita-cita kesejahteraan rakyat.

Koordinator Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) mengatakan bahwa tdak ada masalah dalam hal tersebut, namun tetap memberikan masukan. Menurut pihaknya, kedepannya pemerintah harus membuat peta jalan terkait Industri  Hasil Tembakau (IHT) yang melibatkan stakeholders IHT. Pihaknya mengaku bahwa penggunaan cukai rokok untuk menalangi defisit BPjs Kesehatan harus digunakan secara jelas. Pasalnya, dana cukai dan pajak rokok justru digunakan untuk kampanye bahaya merokok daripada meningkatkan pelayanan kesehatan.

Sebagai salah satu perusahaan fintech yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, PT Hensel Davest Indonesia (HDI) menyambut gembira perpres tersebut. Pasalnya, semua kalangan harus ikut andil dalam menalangi defisit BPJS Kesehatan. Kontribusi yang diberikan HDI dalam membantu BPJS Kesehatan adalah dengan menyediakan platform DavestPay yang 24 jam non stop melayani pembayaran BPJS agar masyarakat dapat membayar iuran secara teratur setiap bulannya agar tidak terjadinya penunggakan.

HDI merupakan perusahaan fintech terintegrasi yang berfokus di Indonesia Timur dan memiliki empat anak perusahaan lain, seperti Emposh, BiroPay, MoTransfer, dan PinjamAja.

 
Keywords : DavestPay,Cukai,BPJS,Defisit,Anggaran,Asuransi,HDI,Emposh,Biropay,Motransfer,Pinjamaja