Total iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan telah mencapai 90% dari target tahungan di akhir November 2017 lalu. Agus Susanto sebagai Direktur Utama BPJS TK percaya bahwa target iuran senilai Rp 55 triliun bakal tercapai di akhir tahun.

Total dari peserta perusahaan yang aktif sebagai peserta BPJS TK telah mencapai 445 ribu atau naik sebesar 23,7% dari pencapaian tahun lalu di periode yang sama, dan sudah mencapai 104,7% pada target yang sudah ditetapkan.

Sedangkan jumlah pekerja yang telah terdaftar kini mencapai 44,3 juta dengan peserta aktif sekitar 25,4 juta atau naik sebesar 15,5% atau mencapai 100,8% dari target di tahun 2017. Pembayaran klaim pun masih pada anggaran yang telah ditetapkan, yang ditotalkan sampai 76,3% dari RKAT 2017.

Pada program JKK, BPJS TK sudah membayarkan klaim senilai Rp 883,8 miliar demi 112.490 kasus, sedangkan di program JK sudah dibayarkan jaminan senilai Rp 568,6 miliar dengan 20.557 kasus. Sementara JHT tercatat pembayaran klaim terbesar diantara program lainnya yakni sampai Rp 18,2 triliun untuk pengajuan pencairan senilai 1,7 juta kasus. Walau baru dilaksanakan sekitar dua tahun, program JP juga telah membayarkan klaim jaminan senilai Rp 49, miliar untuk 24.691 klaim.

Pengaturan dana peserta yang dilakukan BPJS TK juga memperlihatkan kinerja yang baik. Di periode November 2017 ini, dana kelolaan BPJS TK sudah mencapai Rp 305 T atau naik sebesar 22,2%. Pencapaian ini sudah melewati target manajemen pada RKAT 2017 senilai Rp 296.9 T.

Dana kelolaan ini memberikan hasil investasi sampai Rp 24,5 T dan mencapai 98% dari target tahun 2017. Agus menuturkan bahwa dengan keadaan perekonomian serta pasar yang makin kondusif, maka target dari hasil investasi bakal bisa tercapai. Pengelolaam aset investasi itu ditambah dengan aset non investasi yang berdampak pada total aset BPJS TK di akhir November 2017 sudah mencapai Rp 317 T.

 
Keywords : bpjs,bpjs ketenagakerjaan,kelas kelas bpjs