Perkembangan ekonomi digital di dunia memicu hadirnya profesi-profesi baru demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang selama ini tertinggal. Misalnya saja di Indonesia, para tukang ojek sekarang dapat menjadi driver ojek online dengan penghasilan yang lebih baik, jadi derajat kehidupannya lebih baik. Tetapi mereka masih rentan mengalami kerugian bila mengalami risiko yang berkaitan pekerjaan misalnya mengalami kecelakaan kerja.

Agus selaku Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan alias BPJS TK menuturkan bahwa kelompok pekerja baru merupakan dampak dari ekonomi digital, masih memerlukan hadirnya pihak lain untuk menjamin tidak rentanan risiko kecelakaan kerja yang bisa saja dialami.

Kelompok pekerja baru saja mulai untuk memperbaiki perekenomian, tetap pada umumnya masih belum memperoleh perlindungan jaminan sosial. Maka dari itu, para penyelenggara jaminan sosial wajib berupaya dalam menarik mereka masuk ke sistem jaminan sosial, pastinya dengan pendekatan yang tepat dengan kemampuan mereka, contohnya melibatkan pihak lain dalam pembiayaan iuran.

BPJS TK sudah mempublikasikan sistem crowdfunding untuk donasi pembayaran iuran para pekerja tak mampu atau rentan sebagai bentuk intervensi sosial hingga mandiri, lewat GN Lingkaran atau Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan. GN Lingkaran itu sudah sukses menggerakkan dana Corporate Social Responsibility dari perusahaan dalam membiayai jaminan sosial ketenagakerjaan untuk ratusan ribu pekerja rentan yang ada di Indonesia.

Agus berharap bahwa inisiatif yang sudah diperkenalkannya itu bakal membantu negara untuk menjawab tantangan pelaksanaan jaminan sosial, jadi perlindungan untuk semua pekerja rentan secara global akan tercapai.

 
Keywords : bpjs,bpjs jemaah haji,bpjs kesehatan,berita bpjs,kartu bpjs,berita tentang bpjs kesehatan