Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS KES) memberi usulan supaya penerimaan cukai rokok dialokasikan untuk menambal defisit pendanaan demi pembayaran klaim para pesertanya. Di tahun ini, defisit pendanaan alias mismatch itu diprediksi sudah sampai pada angka Rp 9 T.

Bayu Wahyudi selaku Direktur Kepatuhan Hukum dan Hubungan Antar Lembaga BPJS KES menuturkan bahwa kenaikan cukai rokok dapat menjadi solusi dalam mengatasi problem mismatch yang selama ini wajib di tanggung oleh pemerintah.

Sementara penyakit yang sangat banyak mengambil dana klaim yakni penyakit katastropik, yang merupakan penyakit yang berdana tinggi dan secara komplikasi bakal mengancam jiwa para penderitanya. Sebelumnya sudah diketahui bahwa Penerima Bantuan Iuran terlaporkan ada selisih pembayaran iuran sebesar Rp 13 ribu/peserta. Sementara jumlah peserta pada kategori itu sampai pada 92,4 juta jiwa.

Bukan hanya itu, defisit itu nyatanya juga diperoleh dari kekurangan bayar iuran peserta bukan penerima upah atau PBPU. Selisih dari pembayaran iuran pada kategori ini bahkan diprediksi akan jauh lebih besar lagi.  

 
Keywords : bpjs ks,bpjs kesehatan,kelas bpjs,bayar bpjs online