Kisaran 200 ribu perusahaan masih belum mendaftarkan para pekerjanya menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan alias BPJS TK. Padahal, kepesertaan BPJS TK sangat penting sebagai perlindungan dari kecelakaan, perlindungan hari tua, dan kematian.

E Ilyas Lubis selaku Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan antar Lembaga BPJS TK menjelaskan bahwa sekarang ini perusahaan yang sudah mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS TK sudah 500 ribu perusahaan.

Sedangkan jumlah perusahaan yang membayar pajak sekitar 650 ribu perusahaan. Di pihak lain, perusahaan yang terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) ada sekitar 700 ribu perusahaan. Jadi, terdapat selisih kisaran 200 ribu perusahaan yang masih belum mendaftarkan pekerjanya baik jika dibandingkan dengan perusahaan yang membayar pajak ataupun yang sudah tercatat di Kemenkumham.

Dari 200 ribu perusahaan itu, butuh penelusuran lebih detail. Karena, belum pasti 200 ribu perusahaan itu masih aktif sampai sekarang ini. Kebanyakan perusahaan besar sudah mengikutsertakan pekerjanya. Tapi yang terpenting sekarang ini yaitu mendukung perusahaan mikro kecil untuk menjadi peserta BPJS TK.

Karena 500 ribu perusahaan mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta, itu juga harus diteliti lagi. Pasalnya permasalahan yang sering sekali muncul yaitu menunggaknya iuran ataupun hanya mendaftar pekerja sebagian orang.

Sudah ditargetkan 85% dari 500 ribu perusahaan tertib untuk membayar iuran. Artinya, perusahaan tersebut secara aktif membayar iuran ataupun mendaftarkan semua pekerjanya. Namun keadaan sekarang, berada di posisi 68% yang tertib dalam pembayaran.

 
Keywords : bpjs,bpjs ketenagakerjaan,bpjs kesehatan,berita bpjs,kartu bpjs,berita tentang bpjs kesehatan