Tak ada sanksi ataupun denda dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta bagi RS Swasta yang belum bergabung dengan BPJS Kesehatan. Secara regulasi hal tersebut memang bersifat optional. Namun semakin hari, minat kebanyakan rumah sakit besar pun ingin bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Eddy Sulistijanto selaku Kepala BPJS Kesehatan Jakarta Barat, menuturkan bahwa terakhir ada RS Hermina dan RS Siloam yang sudah masuk. RS Mitra Keluarga Kalideres sebenarnya juga telah mendaftarkan dan melakukan pengajuan semenjak bulan Juli 2017 kemarin. Tapi bermasalah di apoteker yang jumlahnya masih belum memenuhi syarat.

Sejauh ini, Eddy menjelaskan bahwa yang diharuskan bergabung dengan BPJS Kesehatan yakni penduduknya, bukanlah rumah sakitnya. Namun jika pada akhirnya semua penduduk bergabung ke BPJS Kesehatan, maka rumah sakit tersebut bakal kehilangan pangsa.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr R Kusmedi Priharto SpOT MKes mengungkapkan bahwa dari total 160 rumah sakit swasta yang ada di Jakarta, hanya 64 yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Untuk rumah sakit BPJS Kesehatan yang mempunyai fasilitas PICU, ada pada seluruh rumah sakit umum daerah, rumah sakit pemerintah vertikal, serta semua rumah sakit TNI Polri. Jadi total ada 141 tempat tidur yang ada di RS. Dirumah sakit umum terdapat 79, di rumah sakit khusus terdapat 62.

 
Keywords : bpjs,bpjs kesehatan,berita bpjs,kartu bpjs,berita tentang bpjs kesehatan