M Hanif Dhakiridi selaku Menteri Ketenagakerjaan  bersama dengan Agus Susanto sebagai Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan membagikan santunan klaim untuk Eni Purwanti yang merupakan calon TKI asal Lampung yang wafat sebelum berangkat bekerja diluar negeri.

Eni adalah calon TKI yang berasal dari Kecamatan Tulang Bawang Tengah Lampung. Eni mengalami kecelakaan ketika mau bekerja di Taiwan. Ia mengalami kecelakaan ketika mengikuti pelatihan pra penempatan kerja di Kantor Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta yaitu PT Bina Adidaya Mandiri Internasional di Banten.

Walau belum cukup seminggu terdaftar sebagi peserta Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, almarhumah tetap menerima klaim berdasarkan haknya. Kecelakaan kerja yakni salah satu perlindungan dalam program JKK BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini merupakan klaim pertama seusai transformasi asuransi TKI ke PJS Ketenagakerjaan sejak 1 Agustus 2017 yang lalu.

Santunan Klaim diterima oleh suami almarhum sebesar Rp 85 juta beserta beasiswa untuk satu orang anak hingga lulus perguruan tinggi tingkat Sarjana.

Perlindungan TKI lewat Jaminan Sosial Ketenagakerjaan adalah bentuk kehadiran negara dalam memberikan jaminan sosial untuk TKI. Maka dari itu, keluarga yang ditinggalkan juga akan diringankan beban ekonominya. Menaker juga menginginkan mengenai kesejahteraan pekerja, lebih baik tak hanya dilihat dari besarnya upah semata.

Karena selain upah, pemerintah masih terus berusaha meningkatkan kesejahteraan pekerja lewan skema lain, misalnya jaminan sosial, transportasi untuk pekerja, KIS, perumahan untuk pekerja, Kartu Indonesia Pintar, dan lain sebagainya.

Pada kesempatan itu, suami korban yaitu Iwan Sunaryo mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap santunan klaim yang diterimanya dan merasa santunan itu meringankan beban terlebih lagi adanya beasiswa untuk anak sampai sarjana nanti.

 
Keywords : bpjs,bpjs ketenagakerjaan,bpjs kesehatan,berita bpjs,kartu bpjs,berita tentang bpjs kesehatan