APPI (Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia) bekerjasama dengan Kadin (Kamar Dagang dan Industri) dan Hippi ( Himpunan pengusaha pribumi Indonesia) resmi menandatangani nota kesepahaman pengembangan pembiayaan usaha UMKM (usaha mikro kecil menengah). Nota kesepahaman ini merupakan jalan keluat demi mengatasi kelesuan pembiayaan terkhusus pada bidang otomotif.

Suwandi Wiratno selaku Ketua Umum APPI menjelaskan bahwa penjualan kendaraan bermotor mengalami masa perlambatan diawali tahun 2011. Hal ini berdampak pada penurunan kinerja industri pembiayaan. Ditahun ini, penjualan sepeda motor hanya diprediksi sebesar 5,4 juta kendaraan sampai 5,6 juta kendaraan. Dari kondisi ini, asosiasi pun memutar otak dengan mendorong pembiayaan pada sektor produktif.

Salah satunya yaitu dengan masuk ke sektor produktif. OJK alias otoritas jasa keuangan telah mengeluarkan beberapa aturan yang dapat meningkatkan kinerja industri dari pembiayaan. Salah satunya adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/POJKm05/2014 terkait Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan.

Sejak aturan itu diluncurkan, beberapa perusahaan pembiayaan sudah masuk ke sektor produktif, tetapi tak cukup banyak. Dengan adanya nota kesepahaman tersebut, maka diharapkan akan banyak perusahaan pembiayaan yang memanfaatkan POJK 29. Terlebih lagi Hippi dan Kadin mempunyai banyak anggota yang bergerak di bidang UMKM.

Rosan P Roeslani selaku Ketua Umum Kadin mengungkapkan ini adalah terobosan pembiayaan untuk UMKM, mengingat bahwa pembiayaan UMKM yang bersumber dari perbankan sangatlah minim.

 
Keywords : asuransi mobil,asuransi traveling,tips liburan,tips asyik berlibur,liburan santai,tiket murah